Juan Mata : United Punya Mentalitas Tinggi

Juan Mata menyebut Manchester United sebagai tim yang memiliki kekuatan mentalitas tinggi. Seperti yang diketahui, Manchester Merah di antaranya mampu mencatatkan hasil kemenangan saat menjalani pertandingan di match day ke 5 babak penyisihan Grup H Liga Champions pada musim 2018 – 2019 ini. Ketika berhadapan dengan skuad Juventus, tim Setan Merah – yang merupakan julukan beken untuk United – berhasil menutup laga dengan kemenangan 2-1 atas lawannya. Pada laga yang dilangsungkan di Allianz Stadium tersebut, Man United sejatinya tampil kurang impresif sejak menit awal. Bahkan memasuki menit ke 68m mereka harus tertinggal dari Juve setelah Cristiano Ronaldo mencatatkan namanya di papan skor.

Gol yang dicetak Juventus itu justru menyengat para pemain Man United untuk tampil lebih baik. Alhasil, Manchester Merah pun bisa berbalik unggul dengan skor 2 – 1 dari klub berjuluk The Old Lady lewat catatan gol yang dicetak oleh Juan Mata dan Leonardo Bonucci (gol bunuh diri). Menjadi salah satu pahlawan kemenangan Man United atas Juventus di pertandingan tersebut, membuat Mata pun tak ragu untuk memberi komentarnya. Secara khusus pemain yang bernama panjang Juan Manuel Mata Garcia itu pun secara khusus memberikan komentar positif terhadap kekuatan mental para pemain Manchester United saat menghajar I Bianconeri.

Juan Mata menyatakan dirinya memang harus menyoroti gairah, karakter, serta usaha keras yang sudah dilakukan oleh tim. Di mana kami memang terus percaya diri bahwa kami pasti bisa mendapatkan satu atau dua peluang dan mungkin bisa mencetak gol. Pada awalnya kami mengira hasil imbang akan menjadi hasil yang cukup baik bagi kami. Seperti yang dikutip dari Metro pada hari Jumat, 9 November 2018 lalu, Mata menerangkan pada saat Ashley Young melakukan umpan silang yang sangat bagus, dan dirinya tak tahu apa yang terjadi di kotak penalti saat itu karena segalanya terlihat seperti gol bunuh diri, dan sesudah itu kami berhasil mendapatkan tiga poin yang sangat massif.

Skuad The Red Devils mampu mencatatkan hasil sempurna pada saat menjalani match day kelima Grup H Liga Champions di musim 2018 – 2019. Melawan kesebelasan Juventus, Setan Merah –julukan Man United– berhasil menutup laga dengan kemenangan 2 – 1 atas lawannya. Pada Dalam pertandingan yang berlangsung di Allianz Stadium tersebut, Manchester United sejatinya tampil kurang cemerlang dari menit awal. Bahkan pada menit ke 68 mereka harus tertinggal dari Juve setelah Cristiano Ronaldo mencatatkan namanya di papan skor.Gol Juve itu justru menyengat para pemain Man United untuk tampil lebih baik. Alhasil, Man United pun mampu berbalik unggul 2 – 1 dari Juventus.

Baca Juga :

Betawitoto :

Osakatogel :

IkanJoker :

 

Mourinho Klaim MU Pantas Menang

Manajer Manchester United Jose Mourinho menyayangkan kegagalan timnya menaklukkan Chelsea. Mourinho memandang Setan Merah lebih patut menang. Duel panas pada Chelsea menantang MU pada arena Premier League selesai tiada pemenang. Dalam laga di Stamford Bridge, Sabtu (20/10) malam WIB, ke-2 team mesti senang dengan score akhir 2-2. Di pertandingan itu, MU sebenarnya sudah sempat pimpin 2-1 sampai waktu injury time. Akan tetapi, Ross Barkley dapat memaksakan pertandingan selesai dengan score 2-2.

Mourinho tentunya begitu sedih dengan hasil akhir pada pertandingan itu. Dia yakini jika timnya semestinya dapat membawa pulang tiga point dari markas The Blues.”Laga fenomenal dengan hasil fenomenal untuk Chelsea serta hasil yang jelek buat kami. Sebab saat Anda ialah team terunggul, Anda ingin menang,” kata Mourinho seperti dikutip Independent. “Bila seorang memberitahu saya sebelum laga di Stamford Bridge, Anda memperoleh point, Anda berkata:‘ Oke, itu bagus.

Baca Juga  : http://belva.viagrasildenafilfor.com/berita-bola/amukan-mourinho-dianggap-sebagai-hal-yang-wajar-oleh-neville/

Begitu susah untuk menang di Stamford Bridge, saya fikir tiap-tiap team merasakan menjadi hasil positif. “Tapi kami pegang kendali, kami ialah team terunggul di set ke-2 yang saya fikir kami jelas patut memenangi laga.”United akan menyongsong Juventus di Old Trafford pada arena Liga Champions minggu kedepan. Mourinho meyakini beberapa pemainnya dapat ambil bagian positif dari tampilan mereka di Stamford Bridge.

“Bila mereka konsentrasi pada perform mereka akan begitu suka dengan diri mereka sendiri, bila mereka konsentrasi di hasil mereka akan begitu, begitu sedih,” sambungnya. “Pekerjaan setelah itu berlatih besok pagi. Kami akan pikirkan Juventus sebab Chelsea telah selesai serta kami bermain menantang mereka kembali dalam beberapa waktu yang akan datang.”

Baca Juga Situs : jettoto, live casino , casino online, togel online, 7nagapoker, poker online, domino 99, bandar ceme

 

Baru Ganti Pelatih, Juventus Waspada Semangat Genoa

Juventus diskedulkan melawan Genoa pada kelanjutan Serie A, Sabtu (20/10/2018). Tampil di kandang sendiri, La Vecchia Signora begitu diunggulkan sebab ketidaksamaan kualitas.

Baca Juga : MU Kalah Lawan Newcastle, Mourinho Tamat

Mereka tetap mencetak kemenangan dari 10 pertandingan yang ditempuh, delapan salah satunya di Serie A. Kapasitas itu membuat Juventus unggul 12 point atas Genoa.Di lain sisi, manajemen barusan memberhentikan Davide Ballardini dari kursi pelatih.

Baca Juga : Fabregas Bisa Jadi Ancaman Bagi Jorginho

Menjadi alternatifnya ada Ivan Juric. Walau demikian, arsitek Juventus Massimiliano Allegri masih minta anak asuhannya siaga. Ia memandang pergantian nakhoda dapat berikan motivasi lawan. Karena, Domenico Criscito serta kawKesulitan lainnya buat Juventus ialah interval internasional.

Baca Juga : Jadi Buruan MU, Andreas Granqvist Tersanjung

Beberapa pemain mereka pergi untuk membela negara semasing. Selain itu, Juric bisa bebas melatih anak-anak asuhnya taktik untuk menahan Juventus. “Akan tidak gampang melawan Genoa yang diatasi pelatih baru,” tutur Allegri, dikutip situs sah club.

 

Jorginho Akui Belum Selevel Pirlo dan Xavi

Gelandang Chelsea, Jorginho, sering dimaksud miliki style bermain yang serupa dengan Xavi serta Andrea Pirlo. Akan tetapi, Jorginho malah mengaku bila ke-2 pemain itu masih tetap ada pada level diatas permainannya. Xavi serta Andrea Pirlo ialah pakar di posisi tengah. Xavi sempat ikut bangun kejayaan Barcelona serta tim nasional Spanyol beberapa musim kemarin. Sesaat, Pirlo jadi pemain tidak tergantikan di tim nasional Italia, Juventus sampai AC Milan. Baik Xavi ataupun Andrea Pirlo saling sempat rasakan titel juara Piala Dunia dengan negara semasing. Begitupun dengan titel Liga Champions.

Baca Juga : Luka Modric memenangkan FIFA Player of the Year sementara Mo Salah

Mereka sempat juga Berjaya dalam level pertandingan domestik bersama dengan klubnya. Selain itu, Jorginho mulai naik sesudah membela Napoli saat tiga musim. Semenjak musim 2018/19, pemain tim nasional Italia itu geser ke Chelsea. Nama Jorginho juga semakin sohor serta sering dibanding dengan Pirlo serta Xavi. Dalam soal perolehan titel juara, tentunya Jorginho belum juga dapat dijajarkan dengan Xavi serta Andrea Pirlo. Publik memperbandingkan kedua-duanya dalam soal style bermain. Tetapi, Jorginho terasa belumlah ada di level yang sama juga dengan kedua-duanya.

Baca Juga : Junior Stanislas dari Bournemouth tetap tenang

“Peran saya ialah mengendalikan irama pada permainan team. Saya turut menolong beberapa striker dan turut menolong pemain bertahan. Saya harus juga memberi kesetimbangan pada permainan kami,” kata Jorginho pada Metro. “Andrea Pirlo serta Xavi dalah pemain yang coba saya contoh style bermainnya serta saya lihat bagaimanakah cara mereka bermain. Tetapi, mereka ada di level yang berlainan,” sambung pemain berumur 26 tahun itu.

Baca Juga : Stadion stadion Madagaskar 1 mati, 40 luka-luka

Jorginho hadir ke Chelsea dengan pelatihnya sewaktu masih tetap di Napoli, Maurizio Sarri. Jadi, dengan permainan Jorginho tidak susah untuk menyesuaikan. Tetapi, Jorginho ikut tidak susah penyesuaian dengan lingkungan di London. “Saya suka pada London. Ini ialah kota yang indah. Ada demikian beberapa hal yang dapat disaksikan serta dikerjakan. Hanya satu permasalahan ialah keadaan di sin dikit lebih dingin dari yang biasa di kerjakan. Tapi, berikut hidup,” tutup Jorginho.

 

Inter Milan Sempat Incar Pemain AC Milan

Pemain AC Milan, Suso, mengaku jika dia sudah sempat mendapatkan penawaran untuk masuk dengan Inter Milan. Akan tetapi, dia menampik penawaran itu serta lebih pilih untuk bertahan di Rossoneri.”Pada bursa transfer musim panas lantas, Inter Milan membuat penawaran buat saya. AC Milan sudah sempat memperhitungkan penawaran itu,” tutur Suso. “Akan tetapi, saya benar-benar belum pernah berfikir untuk tinggalkan AC Milan.

Baca Juga : Dundalk mengawasi hadiah dengan garis finish

Kemauan saya ialah bertahan di club serta saya suka sebab dapat merealisasikannya.” “Awal mulanya, Inter Milan ikut membuat penawaran pada 2017. Tapi, saya tidak ingin bertukar warna kostum,” papar Suso. Suso jadi sisi terpenting AC Milan dalam dua musim paling akhir. Pada musim 2016-17, Suso menuliskan 37 tampilan, sedang pada musim 2017-18, Suso tampil dalam 50 pertandingan bersama dengan AC Milan

Baca Juga : Liga Champions Putri: Kota Glasgow menghadapi ujian Barcelona yang menakutkan

. Pada musim 2018-19, Suso masih tetap jadi andalan di posisi depan Rossoneri. Gennaro Gattuso mengharap Suso bisa memberi peran yang semakin banyak kembali untuk Rossoneri. Sejauh musim ini bergulir, Suso telah tampil dalam delapan laga serta memberi dua gol.

Baca Juga : Klub-klub papan atas Eropa menghasilkan untung untuk pertama kalinya

AC Milan memperoleh Suso pada Januari 2015, sesudah menebusnya dari Liverpool seharga 1,3 juta euro. Sudah sempat melakukan waktu peminjaman di Genoa pada musim 2015-16, Suso melesat jadi winger htangguh di Serie A pada musim selanjutnya bersama dengan Rossoneri.