Manchester City Buru Gelandang 19 Tahun dari Jerman

Barisan pemain dari Jerman di scuad Manchester City bisa saja bertambah semakin banyak. Karena, Man City sekarang dimaksud tengah membidik pemain muda asal Jerman yaitu Kai Havertz. Havertz sekarang ini baru berumur 19 tahun. Walau masih tetap cukuplah muda, ia telah tampil dengan team penting Bayer Leverkusen semenjak musim 2016/17 yang kemarin. Berarti, ia masuk team penting semenjak umur 17 tahun.

Pemain berposisi gelandang itu sering dikatakan sebagai hari esok tim nasional Jerman. Havertz juga telah melakukan kiprah dengan tim nasional Jerman di level senior. Pertandingan kiprahnya berlangsung pada September 2018, waktu Jerman menantang Peru.Pada musim 2017/18 lantas, Kai Havertz sudah mainkan 30 laga di arena Bundesliga untuk Bayer Leverkusen. Jumlahnya yang banyak sekali untuk pemain muda kelihatannya. Serta, pada musim ini, Havertz telah mencatat 14 tampilan serta semua jadi pemain utama.

Dari 14 kali bermain, Havertz cetak empat gol di Bundesliga. Catatan bagus ini membuat Leverkusen membanderol harga mahal untuk dia. Seperti diambil dari Sport Bild, pihak Leverkusen cuma bersedia buka pintu negosiasi bila ada penawaran minimum 70 juta euro. Harga yang dimaksud sebanding. Ditambah lagi, Havertz barusan meneken kontrak baru sampai 2023 di Leverkusen. Pihak Man City sendiri dijelaskan telah mulai merajut kontak untuk dapat beli Havertz.

Man City telah mengontak agen yang menaungi Havertz sebelum bicara dengan manajemen Leverkusen.Kai Havertz, bila masuk dengan Man City, bukan pemain Jerman pertama yang berada di scuad. Karena, telah ada nama Ilkay Gundogan serta Leroy Sane yang sudah masuk terlebih dulu. Ke-2 pemain juga jadi figur terpenting di Man City. Selain itu, Pep Guardiola melirik Havertz karena David Silva telah berumur 32 tahun. Pemain dari Spanyol itu akan selekasnya melalui umur emas menjadi pemain. Havertz dipandang menjadi pemain yang pas untuk menukar Silva.

Terkait :

Agen Bola,  Agen JudiJudi BolaBola OnlineBandarqBandarqqDominoqq,  PokerqqAgen BolaJudi BolaBandar BolaBola Online,  Agen Bola,  Judi BolaBola OnlineAgen BolaJudi BolaBola Online

Juan Mata : United Punya Mentalitas Tinggi

Juan Mata menyebut Manchester United sebagai tim yang memiliki kekuatan mentalitas tinggi. Seperti yang diketahui, Manchester Merah di antaranya mampu mencatatkan hasil kemenangan saat menjalani pertandingan di match day ke 5 babak penyisihan Grup H Liga Champions pada musim 2018 – 2019 ini. Ketika berhadapan dengan skuad Juventus, tim Setan Merah – yang merupakan julukan beken untuk United – berhasil menutup laga dengan kemenangan 2-1 atas lawannya. Pada laga yang dilangsungkan di Allianz Stadium tersebut, Man United sejatinya tampil kurang impresif sejak menit awal. Bahkan memasuki menit ke 68m mereka harus tertinggal dari Juve setelah Cristiano Ronaldo mencatatkan namanya di papan skor.

Gol yang dicetak Juventus itu justru menyengat para pemain Man United untuk tampil lebih baik. Alhasil, Manchester Merah pun bisa berbalik unggul dengan skor 2 – 1 dari klub berjuluk The Old Lady lewat catatan gol yang dicetak oleh Juan Mata dan Leonardo Bonucci (gol bunuh diri). Menjadi salah satu pahlawan kemenangan Man United atas Juventus di pertandingan tersebut, membuat Mata pun tak ragu untuk memberi komentarnya. Secara khusus pemain yang bernama panjang Juan Manuel Mata Garcia itu pun secara khusus memberikan komentar positif terhadap kekuatan mental para pemain Manchester United saat menghajar I Bianconeri.

Juan Mata menyatakan dirinya memang harus menyoroti gairah, karakter, serta usaha keras yang sudah dilakukan oleh tim. Di mana kami memang terus percaya diri bahwa kami pasti bisa mendapatkan satu atau dua peluang dan mungkin bisa mencetak gol. Pada awalnya kami mengira hasil imbang akan menjadi hasil yang cukup baik bagi kami. Seperti yang dikutip dari Metro pada hari Jumat, 9 November 2018 lalu, Mata menerangkan pada saat Ashley Young melakukan umpan silang yang sangat bagus, dan dirinya tak tahu apa yang terjadi di kotak penalti saat itu karena segalanya terlihat seperti gol bunuh diri, dan sesudah itu kami berhasil mendapatkan tiga poin yang sangat massif.

Skuad The Red Devils mampu mencatatkan hasil sempurna pada saat menjalani match day kelima Grup H Liga Champions di musim 2018 – 2019. Melawan kesebelasan Juventus, Setan Merah –julukan Man United– berhasil menutup laga dengan kemenangan 2 – 1 atas lawannya. Pada Dalam pertandingan yang berlangsung di Allianz Stadium tersebut, Manchester United sejatinya tampil kurang cemerlang dari menit awal. Bahkan pada menit ke 68 mereka harus tertinggal dari Juve setelah Cristiano Ronaldo mencatatkan namanya di papan skor.Gol Juve itu justru menyengat para pemain Man United untuk tampil lebih baik. Alhasil, Man United pun mampu berbalik unggul 2 – 1 dari Juventus.

Baca Juga :

Betawitoto :

Osakatogel :

IkanJoker :

 

Antonio Conte Hanya Ingin Besut Klub Dari Awal Musim

Antonio Conte mengungkapkan alasan dirinya enggan untuk menduduki kursi kepelatihan milik Real Madrid di sisa musim 2018 – 2019 ini. Rupanya sang peramu taktik yang sekarang ini sudah genap menginjak usia 49 tahun itu mengaku enggan melatih tim di pertengahan musim. Pelatih asal Italia itu lebih tertarik membesut sebuah tim di awal musim. Tak dapat diragukan lagi jika nama Conte sendiri sempat digadang-gadang menjadi kandidat pelatih Madrid pengganti Julen Lopetegui yang sudah resmi dipecat pada hari Selasa, 30 Oktober 2018 dini hari lalu (WIB).

Conte sendiri diklaim sebagai sosok paling tepat untuk mengembalikan dominasi Madrid di kompetisi domestik. Hal itu disebabkan karena Conte sudah memiliki pengalaman penuh untuk membawa Juventus dan Chelsea merajai kompetisi domestik. Akan tetapi, karena tidak cocok saat melakukan negosiasi, Madrid pada akhirnya tidak menunjuk Conte sebagai pengganti Lopetegui. Manajemen Madrid mengangkat Santiago Solari sebagai caretaker, dan kemudian mengangkat juru taktik asal Argentina itu sebagai pelatih permanen pada hari Selasa, 13 November 2018 waktu setempat lalu.

Sebagaimana yang dilansir dari Calciomercato pada awal pekan ini, Conte mengaku lebih suka menunggu pekerjaan pada bulan Juni nanti demi mendapat tugas baru. Antonio Conte menerangkan kemungkinan besar dirinya baru akan menangani klub tertentu pada dua atau tiga bulan ke depan. Sebab sekarang ini dirinya sendiri belum dapat mengatakan klub mana kira – kira yang akan ia tangani ke depannya. Di samping Los Blancos – julukan beken untuk Real Madrid – sendiri, nama Conte pun sudah dihubung-hubungkan dengan AC Milan. Pemilik AC Milan, Elliot Management, kurang puas dengan kinerja pelatih Milan saat ini, Gennaro Gattuso.

Perusahaan keuangan yang bermarkas di Amerika Serikat (AS) tertarik memekerjakan Conte. Hal itu karena pengalaman tinggi Conte yang pernah membawa Juventus menjadi kampiun Liga Italia dan Chelsea (Liga Inggris). Sementara itu, dirinya dipastikan tak akan mengambil alih kursi kepelatihan milik Santiago Solari di Real Madrid pada saat ini. Pelatih asal Italia, Antonio Conte beranggapan jika pekerjaan yang dia lakukan tidak ubahnya seperti seorang penjahit. Sebab, seorang pelatih barus bisa merajut bahan-bahan yang tersedia jadi permainan yang indah. Antonio Conte adalah salah satu pelatih ternama di Italia. Namanya sendiri memang sudah dikenal sejak masih aktif sebagai pemain. Dia mempunyai karir yang bagus di timnas Italia dan Juventus sebagai pemain. Hal yang dia ulang sebagai pelatih.

Baca Juga :